Sunyi
Selalu
saja kita sebagai penyaksi atas apa yang dilakukan oleh cinta dan kesakitan,
kita yang tak tau apa-apa, begitu saja diseret oleh gelombang, dimana arus
airnya mempertemukan kau dan aku.
Kesendirian selalu
butuh teman, dan kau terlalu berharga untuk sekedar milikku. Dimana sebagai
pencari sunyi, aku selalu dihadang detak jantung. Mendapatkanmu sama juga
memiliki separuh dunia, setengah untukmu dan setengahnya lagi kita bagi dua.
Sebab cinta terkadang menjadikan kita begitu bodoh, dan sungguh kebodohanlah yang membuat
kita selalu ada.
Tapi, selalu saja
kebodohanku digantikan oleh kebodohan yang lain, dan cinta yang panjang membuat
kita begitu cengeng. Tidak ada yang bisa kuharapkan, jika segalanya kau
gantungkan atas nama cinta. Tak ada yang boleh marah, tak ada yang boleh
dendam, tak ada yang boleh berbeda, sedang kita tercipta untuk melengkapi
kekurangan bagi orang lain.
Jangan pernah bersumpah
atas nama cinta. Karena cinta berangkat dari kesalahan dan kesalahan. Apa yang
sempurna di bumi ini ? bahkan segala
asal mula diri kita dan waktu yang tersisa itu adalah pelengkap isyarat dan
garis tangan. Tak ada yang kita inginkan selain hidup sederhana ini, dimana
kita merawat segenap cinta, segenap sisa yang masih kita punya. Sambil terus
menambal rahasia asal mula dan menenun jagad raya.
Kita menduga-duga
kemungkinan kita dikembalikan kepada kesunyian. Ketakutan lain adalah ketika
aku terbangun saat dimana aku tinggal sendirian. Kutanam segala praduga dan
sejuta resah tentang darimana dan untuk
apa engkau ada, rahasia selalu
mendebarkan. Hingga padam yang kita catat rapat-rapat. Aku terlempar ke bumi
asing.
Angin buruk itu mendesis seperti ular, ia
adalah petaka yang sengaja diciptakan bagi kita yang dibalut kecemasan. Dimana
kebahagiaan sejati itu sesungguhnya? Dari waktu ke waktu kita mendayung
kebersamaan, sampai kebersamaan ini hanyalah kebiasaan.
Keindahan hanyalah
ketimpangan dari ketakutan yang kita bangun atas segala kehilangan. Sebenarnya
inilah takdir cinta. Kau berasal dari negeri asing, tempat segala kemungkinan
diciptakan. Kepadanyalah kita kembali dan aku diciptakan untuk menuai kepedihan
yang jauh lebih dahsyat, atau kita tak pernah ada atau sekedar bayang-bayang
saja. Tragisnya, seluruh zaman menyukai kisah yang muram. Kita yang malang ini,
adalah dosa lain yang harus kupikul sendirian.
Cuaca tak pernah
nyaman, sayang.. sawah dan ladang mengembalikan ku pada kesunyian semula. Saat
kau masih ada bersamaku disini dan saat dimana sepatah kata menyelesaikan
segalanya. Janji adalah kutukan yang paling buruk, dimana langit begitu saja
mempercayai segalanya. Awan gelap itu, hujan yang jatuh lebih awal, kehilangan
ini. Siapa yang membendung sungai hingga kesedihan tak hanyut ke laut?. Dan
cinta bersama kesakitan mengembalikanku pada sepenggal kesunyian.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus🍀
Hapus